Tampilkan postingan dengan label SMA N 3 Sragen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA N 3 Sragen. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Sejarah Singkat


SEJARAH SINGKAT SMA Negeri 3 Sragen berdiri pada tahun 1991, yaitu semenjak turunnya SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 178/C/Keip/I/1991, tertanggal 5 September 1991 tentang Pedoman Pelaksanaan alih fungsi Sekolah Pendidikan Guru /SPG dan Sekolah Guru Olahraga/ SGO menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Dari segi prestasi, SMA Negeri 3 Sragen cukup dapat dibanggakan karena dalam perkembangannya seing masuk kelompok 3 besar dari SLTA Negeri maupun Swasta, bahkan sudah pernah beberapa kali menjadi Juara 1 dalam berbagai kegiatan pada Tingkat Kabupaten Sragen

Visi,Misi, Dan Tujuan


Visi :
”Unggul dalam prestasi, budi pekerti luhur dan berbudaya”
Misi :
  1. Meningkatkan mutu pendidikan yang mengintegrasikan sistem nilai, agama dan budaya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal baik dalam bidang akademis maupun non-akademis.
  1. Mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya manusia dan sarana prasarana yang ada di sekolah dan mensinergikan seluruh potensi guna mewujudkan visi sekolah secara optimal.
  1. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan wali murid, masyarakat, instansi dan lembaga terkait dalam rangka pencapaian visi sekolah yang optimal.
Tujuan :
  1. Terlaksananya Proses Kegiatan Belajar Mengajar secara efektif dan efisien, dengan diperolehan hasil yang sangat memuaskan.
  1. Tersedianya sarana prasarana KBM yang memadai dan up to date , sehingga memiliki daya dukung yang optimal terhadap terlaksananya KBM yang efektif dan efisien.
  1. Tersedianya Tenaga Pendidikan dan Kependidikan yang memenuhi standar yang ditetapkan , sebagai pendukung terciptanya KBM yang efektif dan efisien dan hasil yang optimal.
  1. Terlaksananya Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) dari masing-masing komponen sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Karyawan dan peserta didik).
  1. Terlaksananya tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional sekolah. Terwujudnya Sumber Daya manusia (SDM) di SMA Negeri 3 Sragen, baik guru, karyawan dan peserta didik yang mampu menghadapi tantangan Regional dan Global .

Rasionalisasi


Dengan diterbitkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006, maka SMA Negeri 3 Sragen perlu segera menindaklanjuti dengan menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Negeri 3 Sragen, dengan mengacu pada standart Isi dan Standar Kompetetnsi Lulusan serta Pedoman Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang dikeluarkan oleh BSNP. Hal ini ditempuh mengingat SMA Negeri 3 Sragen sejak tahun pelajaran 2004/2005 telah melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang biasa disebut Kurikulum 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bila dibandingkan dengan Kurikulum 2004 secara umum tidak jauh berbeda.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermarabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Tujuan Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan, untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 3 Sragen dapat tercapai apabila kegiatan pembelajaran mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunkan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang cukup dan terencana dengan baik supaya dapat memenuhi:
o Kegiatan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
o Kesiapan peserta didkn dalam menghadapi perkembangan dunia global yang kompetitif
o Kebutuhan dunia usaha dan dunia industry dan masyarakat

Fasilitas Dan Ekstrakulikuler


Fasilitas
Ø Ruang Kelas ( Keseluruhan ada 27 kelas dan masing-masing 9 kelas untuk setiap tingkatan )
Ø Kantor Guru
Ø Ruang BP
Ø Ruang Tata Usaha
Ø Aula
Ø Masjid
Ø UKS
Ø Perpustakaan
Ø Laboratorium Biologi
Ø Laboratorium Kimia
Ø Laboratorium Fisika
Ø Laboratorium TIK ( Ada 2 laboratorium )
Ø Laboratorium Kesenian
Ø Laboratorium Tata Boga
Ø Laboratorium Bahasa
Ø Koperasi Sekolah
Ø Lapangan Upacara
Ø Lapangan Sepak Bola
Ø Lapangan Tenis
Ø Lapangan Basket
Ø Parkiran Sepeda
Ekstrakulikuler
Ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 3 Sragen :
ü Pramuka
ü PMR
ü Rohis
ü Rohkris
ü Rohkat
ü Basket
ü Futsal
ü Teater
ü BTA
ü Green de Smanga

Lifeskill SMA N 3 Sragen Utamakan Pramuka


Secara umum sekolah-sekolah SMA yang ada di Surakarta utamanya sekolah unggul memiliki sarana dan prasarana lebih lengkap dan lebih maju dibanding SMA yang ada di Sragen. Demikian juga murid-muridnya umumnya sudah lebih maju. Dengan demikian guru-guru magang ada gambaran katakanlah meniru yang lebih maju untuk ditrapkan di sekolah sendiri. Sedang pelatihan ketrampilan tahun 2006 yang juga diikuti 20 siswa dengan antusias, hanya saja waktunya sangat mendesak karena berbenturan dengan persiapan semesteran dan ujian.
DRS Suyadi, guru pendamping siswa magang SMA Negeri 3 Sragen, Jawa Tengah lebih rinci berkata Program Magang Guru tahun 2006, sebanyak 10 guru dari sekolah ini mengikuti kegiatan tersebut di SMA Negeri 3 Surakarta. Untuk program tahun 2007/200 sebanyak 5 guru yang akandilaksanakan usai liburan. Sedang Magang ketrampilan juga sudah dua periode yang masing-masing diikuti 20 siswa.
Sumarni SPd, dan Wahyuni Puji Rahayu S.Pd., keduanya guru pendamping siswa dalam kegiatan Posdaya Bidang Pendidikan SMA Negeri 3 Sragen menjelaskan, untuk program ini sesuai arahan Kepala Sekolah dipilih siswa yang aktif di kegiatan Pramuka. "Khan Pramuka sudah biasa dengan masyarakat." Kata Wahyuni Puji Rahayu S.Pd.
"Dari arahan saat pembekalan, untuk program Posdaya kerjasama sekolah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhamadiyah (LPPM-UMS)- dan Yayasan Damandiri akan banyak berhubungan dengan masyarakat secara langsung, maka pimpinan kami mengarahkan agar peserta pelatihan lifeskill dipilih utamanya dari anak Pramuka, " tambah Sumarni S.Pd.
Wahyuni Puji Rahayu S.Pd. lebih jauh menjelaskan kegiatan untuk magang ketrampilan /'lifeskill angkatan pertama anak-anak mengikuti pelatihan ketrampilan computer. Sedang angkatan kedua memilih ketrampilan yang baru ngetren dan dibutuhkan masyarakat sekitar. Disebutkan pula bahwa siswa peserta pelatihan ketrampilan//!/esfa7/ angkatan kedua meski pelaksanaannya belum selesai, siswa telah terjun ke lapangan. Tanggal 11 Desember 2007, siswa membantu pelaksanaan kegiatan POSYANDU dan pada tanggal 23 Desember 2007 peserta pelatihan lifeskill terjun ke sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di Sragen. "Sosialisasi mereka dengan anak-anak mudah karena mereka telah terbiasa dalam kegiatan Pramuka" tambah Sumarni S.Pd.
Disinggung tentang perhatian pemerintah daerah dan masyarakat lingkungan, disebutkannya, dalam hal demikian menjadi salah satu tugas Komite Sekolah. Perhatian masyaraakat dan pemuka masyarakat termasuk pemuka masyarakat cukup bagus. Dibuktikan saat diselenggarakan pertemuan terkait sosialisasi Posdaya dan penyusunan organisasi Posdaya serta programnya, seluruh yang diundang seperti lurah, RW, RT bahkan Camat serta tokoh masyarakat, rawuh(hadir), jelasnya. HNur.